Senin, 08 April 2019

Cerpen Pendidikan

Cerpen Pendidikan


Berikut ini adalah kumpulan Cerpen Pendidikan terakhir karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan setidak sedikit 336 cerita singkat untuk kategori ini.

Untuk mencari cerita singkat (Cerpen) berdasarkan kata kunci tertentu, Kalian dapat gunakan Kotak pencarian di bawah ini!

Filosofi Kejujuran
Cerpen Kiriman: Durotun Nur Laili | Lolos Moderasi Pada: 11 July 2019
Kejujuran itu terbukti susah diperbuat tetapi, dibalik kejujuran ada ketersanjungan. Sama halnya dengan ceritaku ini, dulu ketika aku tetap SD aku mengerti mengenai kejujuran. Opsi untuk berbohong serta jujur, faktor itu yang terjadi ketika aku menghadapi Ujian Nasional di » Baca lanjutan ceritanya...
Sebelum Awal Keberhasilan
Cerpen Kiriman: Buyung Wijianto | Lolos Moderasi Pada: 2 July 2019
Saat itu masa masuk sekolah, semua sibuk menanti pemkabarhuan. Sedangkan adi si idiot itu duduk di depan sebuah ruang kosong yang lama tidak dipakai, dirinya duduk serta membaca sebuah buku yang tebal. Dirinya terbukti sangat populer dengan sifatnya yang » Baca lanjutan ceritanya...
Sepenggal Asa di Timur Indonesia
Cerpen Kiriman: Nazri Tsani Sarassanti | Lolos Moderasi Pada: 20 June 2019
Merdekaa !! Merdekaa !! Merdekaa !! Gemuruh lantang kata itu terucap dari setiap bibir bangsa Indonesia. Beratus-ratus tahun lamanya Indonesia terbelenggu dalam haru, tertindas dengan keras serta terjajah oleh para penjajah. Segalanya telah dikorbankan, harta, benda, jiwa serta raga. Pun » Baca lanjutan ceritanya...
Perjuangan Belum Usai
Cerpen Kiriman: Nazri Tsani Sarassanti | Lolos Moderasi Pada: 12 June 2019
Kupandangi langit malam yang cerah mengandung rembulan dengan balutan sinar keemasan. Tidak mau kalah, jutaan bintang gemintang yang gemerlap pun tersebar luas bagaikan hamparan permadani. Aku yakin, diantara jutaan bintang itu tentu ada satu milikku serta sebuahsaat kelak » Baca lanjutan ceritanya...
Ujian Nasional
Cerpen Kiriman: Irma Apriliyanti Panjaitan | Lolos Moderasi Pada: 13 April 2019
“jangan ulangi lagi!!” ini telah ke-20 kalinya aku dihukum sebab tidur di kelas saat pelajaran. entah ada apa dengan mataku yang rutin mengantuk di setiap pelajaran guru bahasaku. Aku mengucek mataku perlahan, menguap sebentar lalu mulai membersihkan ruang kelas » Baca lanjutan ceritanya...
Judgment Me!
Cerpen Kiriman: Pratiwi Nur Zamzani | Lolos Moderasi Pada: 31 March 2019
Senyuman indah terbingkai di kedua aspek bibirnya. Mata tajamnya yang sama semacam singa, terkesan berbinar dalam ketersanjungan. Jemari lentik indahnya, tengah menyisir rambutnya memakai jepit pita yang indah. Biru. Warna kesukaannya. Warna yang menunjukkan kecerahan di dalam dirinya, begitu » Baca lanjutan ceritanya...
Dedikasi
Cerpen Kiriman: Dian Rida Alexa SR | Lolos Moderasi Pada: 27 March 2019
Matahari belum sangatlah menampakkan sinarnya, tetapi seorang wanita paruh baya telah sibuk membersihkan rumahnya yang tidak besar juga jauh dari kata mewah. Sambil menolong suaminya bersiap untuk berangkat bekerja sebagai seorang buruh, ia juga wajib mengurus anaknya yang tetap » Baca lanjutan ceritanya...
Skuad Para Pemimpi
Cerpen Kiriman: Saunichi Agus Sauchi | Lolos Moderasi Pada: 17 February 2019
Setiap kejadian nasib bakal tersimpan dengan cara sistematis di dalam memori otak serta hal-hal kecil dapat memicu kenangan itu. Kenangan adalah sesuatu yang menyenangkan, tahap-bagian kecil dari masa lalu. Kadang ia meninggalkan mozaik yang aneh serta indah. Fragmen tanpa pesan » Baca lanjutan ceritanya...
Berhasil Anadeslah
Cerpen Kiriman: Henny Novia Hendri | Lolos Moderasi Pada: 3 February 2019
Dengan langkah tegas seorang pemuda menyusuri koridor sekolahnya. Kali ini kepala sekolah memulangkan cepat muridnya dikarenakan Ujian Nasional SMP telah diambang mata. Ia mendengar berbagai gerombolan murid merencakan berlibur seusai melaksanakan UN. Pemuda itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar diskusi » Baca lanjutan ceritanya...
Merindu
Cerpen Kiriman: Nur Fajrina Hayati | Lolos Moderasi Pada: 1 January 2019
Matahari terik menusuk seluruh tubuh, peluh yang menetes telah membasahi tubuhku. Di sini aku berlangsung menyusuri jalan yang begitu padat, menantikan antrian yang begitu panjang. Begitu jauh aku menuntut ilmu demi orangtua yang aku cintai, meninggalkan ayah, bunda serta » Baca lanjutan ceritanya...